Thursday, April 2, 2009

Rapat MSH DKI Jakarta

Rapat MSH DKI Jakarta akan diadakan pada hari Minggu 5 April 2009 jam 10.00-selesai di Komp. Duta Merlin Jakarta Pusat akan membahas tentang perkembangan Lemkari DKI Jakarta serta persiapan Ujian Kyu dan Piala Mendagri di Lampung Agustus mendatang

Wednesday, February 25, 2009

Hasil Porseni SD Se Kecamatan Cimanggis

Riza Arinur Affandi dan Nada Dwi Annisa yang berasal dari SDN Mekarsari 2 sekaligus anggota Lemkari Mekarsari masing-masing memperoleh Juara I Kata Perorangan Putra Usia Dini dan Juara II Kata Perorangan Putri Usia Dini pada Porseni SD se Kecamatan Cimanggis yang berlangsung pada hari Selasa, 24 Februari 2009 di Kelurahan Sukatani Depok.

Riza Arinur Affandi pemegang sabuk Biru kyu 5,5 ini berhak mewakili kecamatan Cimanggis dalam Porseni SD se Kota Depok.

Semoga hasilnya semakin baik

Depok Cup 1 - Medali untuk Lemkari Depok

Depok Cup 1 - Medali untuk Lemkari Depok



Total Perolehan Medali Tim Lemkari Depok 1
1. Emas Kumite Perorangan Putri -21 tahun an. Ajeng
2. Perak - Kata Perorangan Putri Pemula an. Fauziah
3. Perak - Kata Perorangan Putri Pra Cadet an. Suci D
4. Perunggu - Kata Perorangan Putri Pra Cadet an. Yolanda
5. Perunggu - Kata Perorangan Putra Pemula an. Riza Affandi
6. Perunggu - Kata Perorangan Putra Senior an. Bachtiar

Monday, February 16, 2009

Depok Cup 1

Saturday, January 31, 2009

Tokoh Tua Lemkari Sumbar



Semoga Alm. Tenang Di Sisi-Nya Amin

Sunday, January 18, 2009

Luar Biasa : 1.000 karateka Ujian Dan - Rekor Muri


Kegiatan Lemkari Sumatera ditulis "Tinta Emas"

Lemkari Sumatera Barat memecahkan Museum Rekor Indonesia (MURI) dalam kegiatan Gashuku dan Ujian DAN di Batalyon Infanteri 131 Braja Sakti, dari tanggal 7- 11 Januari 2008 di Payakumbuh.

Rekor yang dipecahkan dengan jumlah peserta lebih kurang seribu karateka se-Sumatera,tentunya sangat membaggakan bagi seluruh rakyat karate Lemkari, khusus Sumatera Barat. Persiapan yang sudah dirancang jauh hari sebelumnya oleh Lemkari Sumbar ternyata tidak sia-sia. Ini merupakan prestasi yang sangat luar biasa, ujar Drs H Firdaus Ilyas, MM (DAN V).

Kegiatan yang di buka oleh Ketua Dewan Pembina Lemkari Sumbar H. Leonardy Harmainy Dt. Bandaro Basa ini, semakin meriah dengan hadirnya 10 Dewan Guru Lemkari. Rombongan ini dipimpin oleh Anton Lesiangi (DAN X), Heried Taning (DAN VII), Gustaf (VII), Williem Mantiri (DAN VII), Lazari (DAN VI), Rudi G (DAN V), Rossy (DAN V) dan tidak kalah menariknya Walikota Padang Drs.H. Fauzi Bahar, Msi, juga menyempatkan diri hadir sekaligus ikut ujian DAN IV.

Sumber : http://www.karateranahminang.com/perguruan/lemkari/120-rekor-muri.html

Suasana gashuku di Yonif 131 Braja Sakti Payakumbuh

Suasana gashuku di Yonif 131 Braja Sakti Payakumbuh

Sihan Harried dan Sihan Nemoto



Sihan Harried Taning dan Sihan Nemoto dari JKA

Patung Black Belt Lemkari di Yonif 131/Brs-Payakumbuh

Friday, January 16, 2009

Melatih Kihon Dengan Taikyoku Shodan



Selama ini kita sangat akrab dengan teknik pelatihan Kihon menggunakan enbusen berbentuk garis lurus. Bahkan dalam ujian kenaikan tingkat KYU maupun DAN kita menggunakan enbusen garis lurus. Dalam peraturan teknik yang dikeluarkan PB Lemkari-pun diterangkan bahwa dalam ujian kyu dilakukan gerakan kihon dengan enbusen garis lurus.

Sebagaimana tertulis jelas perintah yang digunakan adalah Maju 5 kali dan mundur 5 kali. Dan karena telah terprogram dalam materi ujian maka sebagai seorang pelatih di Dojo kita akan menjalankan program latihan tersebut. Masuknya materi teknik pelatihan tersebut tentu mempunyai dasar yang sangat kuat karena telah menjadi dasar teknik pelatihan Lemkari selama bertahun-tahun dan telah banyak karateka handal yang tercipta dari teknik pelatihan ini.

Namun mungkin hal berikut dapat dijadikan wacana ataupun sekedar tukar fikiran dengan para Yudansha sekalian terutama yang akan membuka Dojo-dojo baru dan mempunyai Inovatif dalam teknik melatih.

Taikyoku Shodan.

Perkenalan saya dengan istilah ini adalah ketika saya coba browsing tentang KATA yang dimiliki oleh aliran shotokan. Bertemulah saya dengan Taikyoku Shodan. Gerakan yang dimiliki Taikyoku Shodan sangatlah sederhana yaitu Gedan barai dan chudan tsuki dan tidak lebih dari 20 gerakan. Enbusennya sama dengan Heian Shodan. Dalam hati bertanya, sejak Juni 1988 belajar karate, kok saya baru ketemu sekarang yang namanya Taikyoku Shodan. Kenapa pelatih saya tidak pernah mengenal KATA seperti ini.

Pertanyaan ini saya bawa kepada Sihan Harried Taning: apa sebenarnya Taikyoku Shodan itu. Dari Beliau secara lugas diterangkan bahwa Taikyoku Shodan diciptakan untuk dapat diajarkan sebelum kita melangkah mempelajari Kata Heian. Karena gerakannya sederhana dan gampang dipelajari oleh pemula sekalipun. Dan satu kalimat kunci yang diberikan Sihan Harried Taning adalah Taikyoku Shodan gerakannya dapat diganti dengan gerakan kihon lain sesuai dengan keinginan kita. Apakah kita hendak melatih tsuki,geri ataupun uke. Kita dapat pakai enbusen-nya. Spontan saya tanya : berarti kita bisa melatih kihon dengan Taikyoku Shodan. Beliau tersenyum dan berkata Kenapa Tidak dan pasti kamu orang lupa pengertian KATA yang berulang-ulang saya sampaikan bahwa KATA adalah teknik berkelahi yang tidak berhubungan satu sama lain yang dirangkaikan oleh master penciptanya untuk dipakai sebagai sarana latihan.

Dalam KATA kita bisa berlatih : Teknik kihon, teknik pernafasan, penempatan power, irama pertarungan ataupun belajar konsentrasi. Dan semua itu dapat dipelajari secara terpisah satu demi satu ataupun digabung secara keseluruhan.

Saya telah dapat kalimat kuncinya. “Berarti melatih kihon tidak harus dengan gerakan maju 5 kali dan mundur 5 kali belaka” .

Saya coba cari terus tentang taikyoku shodan ini. Ternyata dari literature yang temui ternyata taikyoku shodan justru diciptakan oleh master Gichin Funakoshi. Dan tentu seorang Gichin Funakoshi menciptakan hal ini mempunyai pemikiran tentang teknik pelatihan yang modern dan tentu amat sayang jika lewatkan begitu saja sesuai dengan arti dari Taikyoku yaitu Langkah Awal atau penyebab pertama.

Melatih di Dojo.

Berdasarkan pemikiran ini saya mencoba menerapkan di Dojo saya. Dari pembelajaran Kihon di Dojo dengan metode Taikyoku Shodan ini saya mencatat beberapa poin.
1. Untuk pembentukan bentuk awal kita tetap membutuhkan enbusen yang berbentuk garis lurus sebagaimana kita juga membutuhkan mereka melakukan gerakan ditempat.
2. Setelah telah terbentuk teknik yang benar maka teknik pelatihan kihon dapat kita masukan dalam enbusen Taikyoku Shodan ini.
3. Hampir semua teknik Kihon dapat dilatih dalam cara ini. Bahkan teknik pelatihan ini sangat membantu dalam membentuk perputaran pinggul dan dinamisasi gerak yang mereka miliki.
4. Di dojo saya menggabungkan gerak gedan barai sebagai dasar dan gerakan yang akan dilatih sebagai gerakan selanjutnya. Contohnya :
a. Gedan barai – chudan tsuki
b. Gedan barai - jodan tsuki
c. Gedan barai – maegeri
d. Gedan barai – mawashi geri
e. Dan sebagainya.
5. Khusus untuk gerakan Shuto Uke ataupun gerakan yang mempunyai bentuk kuda-kuda Kokutsu dachi lainnya, saya menggunakan sedikit perubahan menjadi serong 45 derajat karena menurut pemikiran saya lebih efektif dan efisien dalam melatih gerakannya.
6. Tidak perlu takut kalau nanti sewaktu ujian kyu anak-anak kita akan kebingungan karena materinya adalah maju dan mundur, karena begitu saya balikan lagi ke hitungan maju dan mundur dalam enbusen garis lurus malah mereka menjadi lebih stabil dan malah menjadi lebih mudah.
7. Menurut saya, untuk tingkatan sabuk Hijau ke atas sebaiknya pelatihan kihon dengan enbusen garis lurus cukup sewaktu pembentukan awal. Begitu mereka telah mengenal bentuk akan sangat baik pelatihan dilakukan dengan enbusen Taikyoku Shodan ini. Karena mereka akan benar-benar dihadapkan pada “medan pertarungan” yang sebenarnya. Mereka akan biasa “bertarung” dalam 4 penjuru angin dan menurut saya akan memudahkan dalam pertarungan yang sebenarnya.
Demikian sebagai wacana dan tukar pikiran. Mungkin ada masukan dari para yudansha dan senior-senior sekalian.

Salam karate,
Osh!
Retman
Dojo Cimanggis

Wednesday, January 14, 2009

Nasi bungkus dan Zionist

Kisah sebungkus nasi...

Dalam dinginnya malam..
sebungkus nasi serasa nikmat menutup rasa lapar, terasa hangat menghilangkan semilir angin dingin yang menusuk pori-pori....

Tapi...
semuanya terasa hambar..
ketika sekelebat bayang di TV menyiarkan kabar saudaraku di Jalur Gaza
semua terasa mencekat....
ketika raung tangis duka meliput ibu yang mendekap mayat bayinya yang berlumur darah
semua hilang... berganti gusar dan geram
ketika sang wartawan yang telah terlentang kembali dihajar timah panas.. mengelepar dan diam...
semua termangu...
ketika ledakan bercampur debu menderu menebar maut
lewat tangan-tangan Zionist tak berprikemanusiaan

Tanganku tak sanggup lagi menyuap....


Kemang, 17 Muharram

Tuesday, January 13, 2009

Ketika kita masih bersama


Ketika kita masih bersama.....
Dalam gerak dan teriakan
dalam merubah dari yang salah menjadi benar
mempelajari
mengamati
melakukan
hingga berarti

Ketika kita masih bersama.....
berpadu teori dan aksi
dalam diskusi tiada henti
walau itu tetap ada sampai kini
walau mungkin hanya kerangka teori dan ambisi

Ketika kita masih bersama.....
Saling isi dan memperbaiki
tipis batas yang ada...
antara yang mengisi dan yang diisi
dan saling berbagi

Ketika kita masih bersama....
Banyak laku yang mungkin salah
tak terperi kata yang mungkin tiada arti
mungkin masih berbekas dalam hal sendiri
namun itu tiada akan jadi onak atau duri

Ketika kita masih bersama..
Hanya ungkap terima kasih
hingga kini.....
tak akan pernah ada terganti

Kemang, 14 Januari 2009

=Teruntuk Senpaiku=

Sabuk Hitam - Langkah Awal


Kemaren setelah hampir 21 tahun latihan karate, rekan saya yang sama-sama sabuk putih dulu mengikuti ujian Sabuk Hitam.
"euforia... euforia.... sabuk Hitam, Ndy.." Teriak Temanku lewat telepon.
Masih terdengar nafas memburu baru selesai ujian..
Selamat... selamat..
Tapi ingat ini baru langkah awal untuk menuju dan menjadi seorang karateka...
tantangan dan rintangan serta harapan akan lebih besar..

Selamat...

Nulis lagi Ah...


Udah lama ndak menulis lagi...
pengin nulis cerita-cerita..
pengiiiiiinnn

kemang, 14 Januari

Friday, November 21, 2008

Carito - Dari Pisang Buai sampai Sibuk Ba-Partai

Assalamualaikum wr wb.

Sebuah carito ringan....

Manjalang puaso kapatang sempat pulang ka kampuang jao..
ndak lamo sih cuma sekitar 24jam

Banyak juo nan barubah...

Kini di SPG lamo alah tagak sikolah baru.. SMP baru kironyo..
Sempat bakaliliang jo Bendi dari pasa sampai carocok.. (kebetulan hari Kamih)
Pasa di Painan... makan palai Bada.. (ondeh alah lamo indak mengicok palai bada)
Mambali Pisang Buai.. di paragokan 5.000
ondeh bara ka di ago ko....
jo urang rumah kami saliang bapandangan ???
di Pasa Cisalak 15.000 kok dapek itu alah murah sangaik
Tapi namonyo ibuk2 di ago juo lai.. 4ribu lai dapek tu mak..
langsuang diiyokan.. babali 2 sikek..
Eh.. sampai di rumah dikecekan.. ondeh tamaha tu mah..
paliang harago jo cuma 3ribu...

Tapi ado ciek lai.. nan taraso di Painan..
Banyak urang nan sibuk ba- partai
Bendera berbagai warna banyak di jalan-jalan
sahari tu ajo banyak nan bagarombol mamakai jaket partai
ado nan biru.. kuniang.. merah pun ndak katinggalan

Mulai di Koto..
ado nan babandera biru..
balambang sagi tigo..
di tangah Painan ado nan ba hati nurani
eh.. pas tibo jo bendi di carocok
nan pakai kapalo garuda pun
sadang rapek di lapau tapik lawek tu...

Kok bendera jaan dihituang.. rami..
pasti kala Marawa urang baralek tu mah..

Takana jo ketua kelas ambo wakatu SD
kini caleg untuak nan bahati nurani daerah Lunang siLaut.
.....
Pas di puncak Langkisau
dibawah menara Telkomsel tuhhh
(tampek lari kalau Tsunami....)
sambie mamandang Perumnas nan dimudiak...
ambo telepon.. kawan ambo tuh..

Suaro sangajo dimiripkan model tentara manelpon..
(ketua partainyo kan Jenderal..).. ambo Pakai no Jakarta 0813...1068
" Selamat Siang.... Saya dari Dewan Pimpinan Pusat Partai. .....Jakarta
Mau konsolidasi partai dengan Kawan-kawan di daerah...
Berdasarkan data base yang ada di DPP saudara adalah Calon Legislatif untuk
daerah pemilihan Lunang Silaut. kabupaten Pesisir Selatan...."
Dijawek serius.. jo kawan ambo tuh.. " Benar Pak"
" Sekarang bagaimana perkembangan partai dan kondisi daerah pemilihan saudara??"
Ondehhh dijawek lah samo kawan ambo tu.. " Siap pak.... Jadi berdasarkan perkembangan terakhir...... kondisi partai kita ....bla..bla..bla (panjang leba lah kawan ko bacarito..)... sampai akhir-nyo..
" Saudara siap tidak Korupsi???"
"Siap Pak"
"Oke.. kalau saudara korupsi .. saya bisa lihat dari puncak langkisau.. ini oi GAPUAK!!!"
......ndak tahan ambo manahan galak lai.. do...

" Oiiiii angku kironyo... Ndi....ee alah ....
kasikolah ka lapangan Tennis...."



Semoga.. tercapai cita-cita nyo..
Kok alah jadi
bisuak...
Jaan lupo jo kawan ndak

wassalam..

Syafri Andi Retman
Kreasi Cinema Mediatama

alternative email : retman@kreasicinema.com

Wednesday, November 19, 2008

Seri Latihan Shihan Harried Taning - Prinsip Karate-do

Diambil dari bahan makalah Sertifikasi dan Standarisasi Teknik Pelatih Tingkat Nasional Lemkari di Malang 13-16 November 2008

Prinsip-Prinsip Teknik karate-do
1.Sikap (kuda-kuda)
Kuda kuda adalah sikap dari tubuh yang stabil dan mantap yang merupakan dasar penting bagi pelaksanaan berbagai teknik untuk menghasilkan efek yang maksimun.
Pada kuda-kuda, perhatian terutama tertuju pada bagian bawah dari tubuh yaitu pinggang dan tungkai.
Agar suatu tekhnik dapat dilancarkan dengan cepat, akurat dan penuh kekuatan maka kuda-kuda harus kokoh dan stabil. Bagian atas badan seperti punggung dan kepala harus tegak dan membentuk suatu garis dengan pinggang. Sendi-sendi tidak terlalu dikejangkan sehingga memudahkan untuk bergerak melakukan suatu tekhnik.

2.Pukulan Lurus (Tsuki)
Tsuki dalam karate dilakukan dengan menggunakan beberapa bagian dari tangan. Dapat dengan buku jari telunjuk dan jari tengah (seiken), satu buku jari (iponken), ujung jari-jari ( nukite) dan lain-lain. Sasarannya juga bervariasi, bisa muka, tenggorokan, hulu hati, perut, dan lain-lain. Demikian juga dengan tekhnik yang digunakan , bisa chudan tsuki, jodan tsuki dan lain-lain.

Agar suatu tekhnik tsuki dapat efektif faktor dasar berikut harus dipelajari dan harus diperhatikan dalam praktek :
a.lintasan yang tepat.
Gunakan jarak yang paling singkat dan lurus. Dalam waktu yang bersamaan siku tangan yang melakukan pukulan rapat menggesek sisi badan dan kepalan tangan membuat putaran kearah dalam dan tangan yang lainnya ditarik dengan cepat menggesek sisi badan yang lain.
b.Cepat
Tanpa kecepatan yang tinggi pukulan tidak dapat diharapkan memberi hasil yang banyak. Untuk memaksimalkan kecepatan dan kekuatan digunakan bantuan dari tarikan (sentakan) tangan yang satu dan gerakan perputaran pinggang.
c.Pemusatan Tenaga
Pada saat gerakan memukul baru dimulai seluruh otot dalam keadaan rileks. Gearakan dilakukan dengan cepat dan seluruh tenaga dikonsentrasikan, otot dikencangkan pada saat pukulan membentur sasaran.


3.Pukulan melingkar (Uchi)
Pada Uchi pukulan dimulai dengan posisi tertekuk dan dengan siku sebagai sumbu, bagian depan lengan bergerak dengan lintasan setengah melingkar. Dengan cepat dan kuat gunakan sepenuhnya lenturan dari siku.

4.Tangkisan (uke)
Prinsip tangkisan adalah menyimpangkan serangan lawan. Hal ini dapat dicapai dengan mendorong serangan alwan kebawah, keatas ataupun kesamping dan dapat juga menangkap tangan atau kaki lawan.
Seluruh tangkisan harus dilakukan pada saat awal dari serangan lawan. Untuk itu mutlak dikuasai daya antisipasi terhadap serangan lawan.
Beberapa hal yang harus diperhatikan dalam menangkis :
a.Cegah serangan selanjutnya. Tangkisan yang baik harus mencegah lawan untuk melakukan serangan berikutnya. Dengan demikian tangkisan harus bersifat Ofensif.
b.Dengan Timing yang tepat pukulan dan tendangan dapat ditangkis dengan hanya menggunakan tenaga secukupnya.
c.Posisi dalam menangkis harus selalu memungkinkan kita melakukan serangan balasan.
d.Rusakkan keseimbangan badan lawan.
e.Perputaran lengan yang digunakan untuk menangki dapat membuat tangkisan lebih mudah menyimpangkan serangan lawan. Sebagaimana halnya dalam menyerang, peranan putaran pinggang juga sangat menentukan efektifitas tangkisan. Putaran pinggang diawali oleh tarikan tangan yang lainnya kesisi badan pada saat tangan yang satu melakukan tangkisan.
5.Tendangan (Geri)
Keseimbangan badan sangat penting bukan saja karena pada waktu melakukan tendangan, seluruh berat badan ditumpu oleh satu kaki, tapi juga karena danya tekanan balik pada waktu tendangan membentur sasaran. Untuk memelihara keseimbangan ini kaki yang menumpu harus berdiri mantap pada lantai dengan pergelangan kaki dikencangkan. Pada saat melakukan tendangan, pusatkan semua tenaga pada kaki yang menendang dengan bantuan gerakan pinggang dan tarik kaki kembali dengan cepat untuk kembali ke posisi semula yang memungkinkan melakukan tekhnik lainnya. Beberapa faktor dasar yang harus diperhatikan dalam melakukan tekhnik tendangan :
a.Pada awal gerakan angkat kaki yang akan menendang dengan lutut ditekuk penuh, rapat disamping kaki yang lainnya dan lakukan tendangan dengan bantuan gerakan pinggang.
b.Hal yang penting dalam tendangan adalah membengkok dan meluruskan lutut. Pada tendangan snap (melecut) misalnya Keage setelah lutut terangkat, tempurung lutut menjadi pangkal dari suatu gerakan setengah melingkar yang cepat. Pada tendangan menyodok seperti Kekomi, lutut yang dalam posisi terangkat itu diluruskan dengan cepat dan kuat kearah sasaran.

6.Kata
a.KATA adalah teknik berkelahi yang tidak berhubungan satu sama lain yang dirangkaikan oleh master penciptanya untuk dipakai sebagai sarana latihan.
b.KATA merupakan perpaduan teknik-teknik dasar karate yakni tsuki, uchi,geri dan uke kedalam suatu rangkaian gerakan yang logis dan membentuk satu kesatuan yang utuh.
c.Dalam melakukan gerakan-gerakan KATA harus dimulai dan diakhiri dengan sikap yang anggun.
d.KATA tidak hanya melatih raga tetapi lebih dari pada itu yakni semangat, sikap mental dan kedisplinan.
e.Setiap gerakan – gerakana dalam KATA harus mengikuti urutan gerakan yang benar melalui jalur yang tepat (Enbusen) mengerti dengan jelas kegunaan setiap gerakan (Bunkai).
f.Harus mengikuti irama yang benar dan pengaturan pernafasan yang tepat.

7.Kumite
Kumite adalah penggunaan teknik-teknik dasar karate dalam latihan berpasangan.
Dalam latihan ini masing –masing karateka sudah menghadapi sasaran yang bergerak . Dengan demikian penguasaan variasi teknik karate dan berbagai aspek kumite seperti :
a.Timing
b.Pengaturan teknik
c.Gerakan menyamping
d.Antisipasi
Faktor penunjang kesempurnaan kumite adalah kemampuan karateka melakukan seluruh teknik-teknik karate dengan sempurna dan dilengkapi dengan kesiapan fisik dan mental.

8.KI-AI
Terdapat dua jenis KI-AI yaitu ki-ai kedalam dan ki-ai keluar
1.KIAI kedalam
Umumnya dipakai untuk teknik tangkisan,
2.KIAI Keluar
Umumnya dipakai untuk teknik pukulan pemungkas
Abdul Wahid dalam buku Shotokan – sebuah Tinjauan Alternatif terhadap aliran karate-do Terbesar di Indonesia (2007) memaparkan bahwa Ai yang berati cinta atau kasih merupakan konsep dasar dari seluruh jenis Budo di Jepang. Ai akan dapat berjalan bila disatukan dengan Ki yang berarti nafas dari alam itu sendiri/energi asli. Pertemuan inilah yang disebut dengan Ki-Ai yang dalam prakteknya pada Budo menjadi sebuah pengeluaran suara yang keras pada saat sebuah teknik mencapai Kime/ledakan puncaknya. Kime dan Ki-ai sendiri secara teoritis bisa berhasil bila telah menguasai teknik pernafasan.
9.Titik Api (HARA) – CHI
Terdapat di bawah pusar dan sedikit di atas kemaluan.

SUMBER DARI TENAGA
Tekhnik karate menyembunyikan sesuatu yang mengerikan, yaitu kekuatan yang meledak…
Kekuatan tersebut dihasilkan oleh gerakan dari tubuh, khususnya putaran dari bagian atas tubuh bersama-sama dengan putaran pinggang yang lancar dan cepat. Prinsip putaran pinggang ini juga terdapat dalam olah raga yang lain seperti prinsip pukulan dalam base-ball, golf, tolak peluru, dan lain-lain. Prinsip dalam karate, menangkis harus dengan bantuan pinggang, memukul juga harus dengan bantuan pinggang.

Tentang Dewan Guru

Jika kita bicara Dewan Guru maka kita bicara pada tataran teknik keilmuan karate. Kita harus menyadari bahwa Dewan Guru seharusnya adalah mereka yang mempunyai level tertinggi dalam keilmuan karate. Mereka harus mampu bicara dan melakukan teknik karate sesuai bidang keilmuan yang ada. Umpama di sebuah perguruan tinggi, mereka adalah Profesor. Mereka adalah guru besar yang dihargai karena keilmuannya. Sementara Majelis Sabuk Hitam adalah dosen-dosen yang merupakan perpanjangan tangan dari Dewan Guru.
Jika seorang Guru Besar bicara maka pembicaraannya dapat dijadikan pijakan . Bahkan dalam tataran hukum di negeri kita, ucapan dan pemikiran seorang guru besar dapat dijadikan saksi ahli dan segala ucapan dan pemikirannya dapat dijadikan pertimbangan hukum . Itulah idealnya seorang ahli. Seorang Master. Seorang Shihan. Seorang Dewan Guru.
Maka saya tidak sependapat, jika kekurangan teknik karate seorang Dewan Guru dapat ditutupi dengan kemampuan Financial yang dimilikinya. Dewan Guru adalah Profesor-nya karate.
Mengutip ucapan anggota Dewan Guru PB Lemkari Shihan Harried Taning : Tidak ada teknik karate kohai-mu yang salah tapi teknik karate Majelis Sabuk Hitam-lah yang salah dan tidak ada teknik karate Majelis Sabuk Hitam yang salah tapi Dewan Guru-nya lah salah. Penegasan ini adalah penegasan teknik karate. Jadi jika tidak punya teknik karate tidak usah jadi Majelis Sabuk Hitam. Untuk jadi Majelis Sabuk Hitam aja tidak usah apalagi untuk jadi Dewan Guru.

Tuesday, September 16, 2008

Bercermin Diri

Baru kali ini lagi saya mulai lagi menulis di blog ini.
Tak terasa sudah bulanan berlalu tanpa ada tulisan lagi.
Ah.... kata-kata sibuk mungkin merupakan kata yang paling tepat..
atau malah kata yang paling gampang dijadikan alasan...

Padahal banyak yang bisa diceritakan dalam periode ini.
Perubahan struktur kepengurusan pengda DKI Jaya, Majelis Sabuk Hitam,
Ujian Kyu dan persiapan kepelatihan teknik se-Indonesia yang akan digelar di Malang

Tapi kembali kata-kata sibuk menjadi alasan klasik

Kadang terpikir dalam hati...
sudah kah kita bercermin diri..
tentang apa yang kita laksanakan..
apakah sesuai dengan tujuan yang hendak kita targetkan..
Sibuk... atau menyibukan diri... tanpa tujuan dan target..
kadang kita harus tetap merenung..
bercermin diri.....

Kemang Selatan, 16 Ramadhan 1429 H

Monday, December 3, 2007

Ini Kuncinya : Baok Bamain!!!

Dalam Beberapa Minggu Kemaren merupakan hari yang berarti bagi Dojo saya. Lokasi yang cukup lumayan jauh dari Jakarta, di datangi oleh karateka senior, sebut saja Sihan Haried Tanning, Senpai Nuke, Senpai Quartono, Senpai Rifki, Dan Sandra juga. Kita banyak mengobrol tentang karate. Mulai membahas teknik dengan berjubel buku-buku karate di atas meja hingga masalah non teknis. Sambil di temani Soto Padang buatan Istri Tercinta, tak terasa dari jam 8 pagi hingga waktu asyar datang. Banyak masukan yang didapat dari para senior yang perlu diterapkan dan ternyata efektif diterapkan di Dojo saya dan juga memperbaiki teknik saya sendiri. Dan banyak hal yang didapat dari kunjungan kerja tersebut.

Kemudian saya juga ketemu dengan pelatih pertama saya pada sebuah kejurnas perguruan lain. Pernyatan pertama saya adalah.. saya baru buka DOJO.. dan ungkapan pertama dari beliau adalah... Andi tau kan apa yang harus dilakukan bagi Dojo yang rata-rata anak-anak... Having Fun... baok bamain... Dan bagi Seorang Pelatih Dengan Sertifikasi Nasional sekaligus pelatih PON tentu tak diragukan lagi.. Kita banyak menghabiskan waktu untuk berdiskusi tentang teknis kepelatihan.Dan tentu juga tentang perguruan.... tapi posisi kami berdua telah jelas... Dan itu tak akan pernah membuat jarak di antara kami.. Osh!! Senpai

Lain waktu akan saya coba bahas satu persatu teknis kepelatihan yang sempat saya cicipi dari dua moment tersebut.

Kemang, 4 Desember 2007

Tuesday, November 6, 2007

Mulai Latihan Lagi

Minggu pagi kemaren merupakan latihan pertama setelah anak-anak libur sekitar satu bulanan sehabis Lebaran. Dengan berbekal selembar kertas pengumuman yang ditempel di pos satpam depan sekolah dengan gambar-gambar mereka sedang latihan mampu menghadirkan mereka sebanyak 25 orang untuk mulai latihan lagi.

Pada saat bulan puasa kemaren saya sempat pesimis dengan kemauan mereka. Latihan di bulan puasa cuma bisa di hadiri kurang dari 8 orang saja. Tapi saya tetap aja latihan sambil menunggu berbuka. Wah kalo segini gimana majunya nih...

Eh ... alhamdulillah baru jam 6.30 pagi minggu itu, beberapa anak telah muncul didepan rumah dan membaca.. assalamualaikum... assalamualaikum.. padahal saya belum mandi.. dan akhirnya memang tdk sempat mandi dulu sebelum latihan.

Peristiwa ini melambungkan ingatanku ketika dulu di tahun 1996 dengan sedikit "nekat" membuka dojo di kaki gunung sago saat KKN.

Program-program kita susun waktu KKN itu. Saya masih berkutat dengan dengan program mesin parut kelapa sederhana bahasa populernya mesin kukua karambia. Tapi dasar anak karate ndak boleh melihat lapangan kosong apalagi jaket dan Topi POMNAS 96 masih lengkap-lengkapnya, begitu hari pertama sampai di dusun subaladuang yang masih IDT dan melihat anak-anak SMP berjejer pergi sekolah langsung terpatri... bikin DOJO..

Trus begitu latihan dimulai.. langsung latihan 3x seminggu. Dan lucunya program ini mampu meredam "kesombongan" posko KKN tetangga sebelah yang menyebutkan program kami tidak jalan. Sengaja saya bawa anak-anak yang tidak kurang dari 50 orang utk lari bareng dan berputar di tempat Pos KKN tetangga sebelah.. ha..ha..ha
Namanya juga di kampung... semua pada melongokan kepala melihat kami lari sambil nyanyi.. ayo lari... lari sore.. badan sehat.. badan kuat...kayak SPN Padang Besi aja.

Dan biasanya sejam sebelum latihan anak-anak kampung udah pada ngumpul di Posko KKN sambil ucapkan.. assalamualaikum...assalamualaikum.. bahkan sambil menonggolkan kepala di jendela.. sementara senpainya lagi mimpi indah berkelumun selimut.. abis dingin sih... sampai bisa keluar uap dari mulut kok...

Hasilnya.. nilai KKN saya dapat A lumayan dikali 4 sks lagi...

Ahh... rekan-rekan MSH di 50 Kota kok ndak dilanjutkan sih...sayang cuma 2 bulan


Kemang, 6 November 2007